Kamis, 10 November 2011

fungsi kelarga




Fungsi Keluarga


Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak serta bebarapa orang lain yang masih terikat dalam hubungan darah dan saling ketergantungan atau membutuhkan satu sama lain. Setiap anggota keluarga mempunyai peranannya masing-masing. Ayah sebagai kepala keluarga berperan melindungi istri dan anak-anaknya. Seorang ayah juga berperan sebagai pengambil keputusan. Ibu sebagai istri berperan melindungi dan mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih saying. Dan anak hanya bertugas untuk berbakti kepada orangtua dan menjalankan segala petunjuk-petunjuk atau perintah yang telah diberikan orangtua agar bisa menjadi anak yang membanggakan.
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan setiap keluarga agar bisa terbentuk keluarga yang harmonis. Fungsi tersebut, diantaranya:
  • Fungsi Pendidikan. Orangtua sebagai anggota keluarga berfungsi untuk mendidik anak-anak, dengan menyekolahkan mereka sampai ke jenjang yang tinggi. Selain pendidikan formal, keluarga juga bisa memberikan didikan informal diluar sekolah. Hal ini dilakukan Agar kelak mereka bisa menjadi anak-anak  yang berguna bagi keluarganya sendiri maupun bangsa dan Negara.
  • Fungsi Religius. keluarga juga berfungsi memperkenalkan agama atau keyakinan kepada ana-anak sejak mereka masih kecil. Orangtua wajib menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak mereka untuk bekal kehidupan setelah di dunia ini. Karena harus kita ingat bahwa tidak selamanya manusia hidup di dunia.
  • Fungsi Ekonomi. Fungsi ekonomi ini harus dijalankan oleh kepala keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga wajib untuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Namun, di zaman emansipasi wanita sekarang ini tidak jarang kita lihat ada ibu-ibu yang turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai wanita karier.
  • Fungsi Sosialiasasi. Keluarga mempersiapakan anak untuk menjadi masyarakat yang baik. sebagai makhluk social, kita pasti saling membutuhkan satu individu dengan individu yang lain, oleh karena itu, keluarga mempersiapakan anak agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dengan cara menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan memberikan contoh etika-etika yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Fungsi Perlindungan. Dalam hal ini setiap anggota keluarga wajib memberikan perlindungan kepada anggota keluarga yang lain. Agar mereka merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Karena jika dalam keluarga sendiri saja mersa tidak aman, kemana lagi anggota keluarga mencari perlindungan?!
  • Fungsi Biologis. fungsi ini dijalankan untuk meneruskan keturunan. Agar tebentuk generasi penerus yang bisa mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada dalam keluarga.
Selain fungsi-fungsi yang saya sebutkan diatas, ada juga fungsi yang tak kalah pentingnya yaitu fungsi memberikan kasih sayang, perhatian, hiburan. Jika peran dan fungsi-fungsi ini dijalankan oleh setiap keluarga insya Allah akan terbentuk keluarga yang harmonis dan sejahterah. Dengan terbentuknya keluarga yang harmonis maka akan timbul kebahagiaan, sedangkan keluarga yang tidak harmonis akan menimbulkan banyak masalah-masalah. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan keharmonisan di dalam lingkugan keluarga agar kehidupan ini dipenuhi kebahagiaan.

http://liaambar.wordpress.com/2010/10/19/fungsi-keluarga/

kebudayaan dan kepribadian


KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

A.  Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
  • Sejarah peradaban bangsa Indonesia dari zaman batu sampai zaman logam mengalami perkembangan kebudayaan yang cukup berpengaruh dalam kehidupan kita saat ini.
  • Berdasarkan pendapat para ahli, zaman batu terbagi dalam :
1)   Zaman batu tua (palaeolithikum)
2)   Zaman batu muda (neolithikum)
  • Salah satu ciri alat dalam zaman batu tua yaitu bentuk dan permukaannya masih kasar, misalnya kapak genggam.
  • Semacam kapak genggam hanya kita kenal dari Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab (India) kecuali di Asia Tenggara.
  • Kapak besar maupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan sampai ke wilayah Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, Flores, Sulawesi sampai ke Filipina.
  • Kapak batu biasanya diasah sampai mengkilat dan diikat pada tangkai kayu dengan rotan
  • Bersamaan persebaran budaya kapak-kapak batu, tersebar pula bahasa proto Austronesia, yang merupakan induk bahasa di wilayah negara-negara anggota ASEAN, khususnya RI. Kemudian dikenal sebagai bahasa resmi negara Indonesia atau melayu dengan dialek yang berbeda-beda.
  • Zaman yang membawa revolusi kehidupan manusia yaitu zaman batu muda (Neolithikum).
  • Ciri-ciri zaman batu batu muda :
1)   hidup menetap (tidak nomaden)
2)   bertani dan berternak
3)   membentuk kelompok masyarakat desa
  • Pada zaman batu muda, mereka membuat senjata untuk berburu dan berperang dengan mengecor/mencairkan logam dari biji besi lalu menuangkannya ke dalam cetakan serta mendinginkannya.
  • Bangsa Proto-Austronesia yang masuk dari semenanjung Cina ke Indonesia membawa kebuadaay Dongson, kemudian menyebar di Indonesia.
  • Permulaan zaman logam yaitu saat Indonesia belum mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya.

B.  Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
  • Pada abad ke-3 dan ke-4, agama Hindu masuk ke wilayah Indonesia dari India.
  • Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Agama ini dipandang lebih maju karena Budhisme tidak mengenal kasta dalam masyarakat.
  • Candi Borobudur adalah candi Budha terbesar dan termegah di Asia Tenggara dan tercatat sebagai salah satu dari 10 besar keajaiban dunia.
  • Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah berkembang di Indonesia oleh para pemuka Islam, yang disebut Wali Sanga.
  • Pada abad ke-15, kejayaan maritim Majapahit sedang surut menimbulkan negara-negara pantai yang merongrong kekuasaan Majapahit. Negara-negara tersebut adalah negara Malaka, Aceh, Banten, Demak, Goa.
  • Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang penganutnya terbesar di Indonesia.

C.  Kebudayaan Barat
  • Kebudayaan barat masuk ke Indonesia pada masa pemerintahan Belanda (VOC).
  • Dalam waktu itu juga, kota-kota pusat pemerintahan di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang 2 lapisan sosial yaitu kaum buruh dan kaum pegawai.
  • Dalam 2 lapisan sosial ini, bahasa Belanda menjadi syarat utama dalam kenaikan kelas sosial.
  • 2 agama Eropa yang berpengaruh dalam kebudayaan Indonesia adalah Katolik dan Kristen Protestan. Penyebarannya melalui siaran oleh organisasi penyiar agama (Missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama Kristen).
  • Menurut penjelasan UUD 1945 tentang kebudayaan, bahwa kebudayaan yang timbul sebagai usaha budi rakyat Indonesia termasuk kebudayaan lama dan asli sebagai puncak-puncak kebudayaan di Indonesia.
  • Pada tanggal 24 Desember 1984, Prof Dr. A. Mattulada menilai kebudayaan Indonesia kontemporer dari kebudayaan asli Nusantara dan modern, yang kemudian dikenal sebagai Bhineka Tunggal Ika.
  • Pancasila menunjukkan dasar pemikiran yang mewarnai aspirasi-aspirasi zaman mutakhir dan juga sebagai rumusan kepercayaan kepada realitas.
  • Kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.
  • Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan kaidah yang berisikan harapan-harapan masyarakat sebagai konkretisasi.
  • Hal-hal yang berbeda dari corak kebudayaan mereka, akan dianggap rendah, aneh, kurang susila, bertentangan dengan kodrat alam, dll.
  • Sifat-sifat kepribadian berakar dari adat istiadat dan ajaran agama suatu kelompok masyarakat yang dianggap sebagai hukum adat.
  • Ciri khas kepribadian suatu bangsa dalam bentuk lain dapat diamati dalam macam ragam karya budayanya. Misalnya karya seni tari, pahat, sastra, dll.
  • 3 ciri khas kepribadian bangsa Indonesia yaitu ramah tamah, suka menolong, dan gotong royong.

Kesimpulan :
               Agama yang masuk pertama kali di Indonesia adalah hindu dan budha yang dibawa oleh pedagang dari Cina, diikuti para pedagang Persia dan Gujarat yang membawa agama islam, lalu masuklah Portugis yang membawa agama Kristen dan Katolik.

http://gabrielamarcelina.ngeblogs.com/2009/10/19/kebudayaan-dan-kepribadian/