Hubungan Kepemimpinan,
Komunikasi, Motivasi, Konflik dan Pengembangan Diri Terhadap Kinerja Karyawan

NAMA: Dimas Aditya N
NPM : 12111096
KELAS : 2KA36
Sistem Informasi
Universitas
Gunadarma
2012
Bab I
Teori.
1.1 Kepemimpinan.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh
satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu
yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance
induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh
secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan
keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
1.2 Komunikasi.
(CRAGAN & SHIELDS, 1998)
Teori komunikasi
merupakan hubungan di antara konsep teoretikal yang membantu memberi secara
keseluruhan ataupun sebahagiannya, keterangan, penjelasan, penerangan,
penilaian ataupun ramalan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang)
berkomunikasi (bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton, dan sebagainya)
untuk jangka masa tertentu melalui media.
1.3 Motivasi.
Motivasi adalah
suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan / tingkah laku
untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri
individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai
tujuan. (Drs. Moh. Uzer Usman : 2000).
1.4 Konflik.
Teori konflik
berasal dari Karl Marx dengan konsep
economic made of production, yang menghasilkan kelas yang mengeksploitasi dan
kelas yang tereskploitasi.
Dalam teori konflik masalah “dominasi “ dan “sub ordinasi” menjadi pokok bahasan penting, karena berasumsi bahwa aturan, norma dan nilai yang harus dianut oleh masyarakat sesungguhnya merupakan nilai, norma atau aturan dari kelompok dominan yang memaksakannya kepada kelompok sub ordinat. Dengan pemaksaan nilai dan aturan tersebut, kelompok dominan mempertahankan struktur social yang menguntungkan kelompoknya.
Dalam teori konflik masalah “dominasi “ dan “sub ordinasi” menjadi pokok bahasan penting, karena berasumsi bahwa aturan, norma dan nilai yang harus dianut oleh masyarakat sesungguhnya merupakan nilai, norma atau aturan dari kelompok dominan yang memaksakannya kepada kelompok sub ordinat. Dengan pemaksaan nilai dan aturan tersebut, kelompok dominan mempertahankan struktur social yang menguntungkan kelompoknya.
1.5 Pengembangan
Karier.
Menurut
Driver
dan Brousseau, model Linier terlihat nyata pada mereka yang
terlihat menonjol dari sisi tingkatan dalam sebuah organisasi. Keinginan
orang-orang tersebut adalah untuk meningkatkan power dan status
mereka hingga menjadi lebih sukses daripada yang tidak melakukan hal yang sama.
Model Linier ini merupakan model yang terlihat dominan dalam media dan
kebanyakan organisasi.
Bab II
ISI.
2.1 Kepemimpinan.
Kepemimpinan
yang baik adalah bagaimana suata pemimpin memiliki tanggung jawab, kualitas,
dan kemampuan pada dirinya agar dapat memperlakukan karyawanya dengan baik,
tidak dengan pemaksaan dan pendesakan pada karyawannya untuk mendapatkan
keinginannya sendiri karena akan menimbulkan hal yang buruk pada karyawannya.
Maka dari itu pemimpin harus mampu membantu sang karyawan agar dapat bekerja
dengan baik, dengan perilaku seperti pemimpin dapat dipecaya dan disenangi oleh
karyawannya.
2.2 Komunikasi.
Komunikasi adalah
proses dimana suatu komunikator (orang) dapat melakukan perbincangan atau
pembicaraan kepada komunikator lain dengan cara tidak langsung (pesan) ataupun
dengan cara langsung (lisan). Dengan komunikasi kita dapat melakuan pembicaraan
mengenai pekerjaan, informasi, pendapat, ataupun kritikan yang ingin kita
bicarakan kepada komunikator lain.
2.3 Motivasi.
Motivasi
adalah suatu proses yang menjelaskan intesitas dan ketekunan seseorang untuk
mencapai tujuannya. Seseorang
dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki
alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan
mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Motivasi juga dapat dilakukan untuk
membantu orang agar dya bisa percayapada kemampuannya untuk mencapai tujuan
yang dya inginkan.
2.4 Konflik.
Konflik adalah
suatu proses terjadinya suatu perselisihan fisik maupun lisan yang terjadi
antara dua orang ataupun lebih ( bisa terjadi antar kelompok) dimana suatu
orang atau kelompok ingin menjatuhkan kelompok lain yang tidak sesuai dengan
dirinya. Konflik dapat terjadi karena perbedaan pendapat, keyakinan, adat
istiadat, pengetahuan, maupun ras.
2.5 Pengembangan
Karir.
Pengembangan
karir adalah proses dimana seseorang bekerja di posisi/jabatan dalam sebuah
lingkungan pekerjannya, kemudian orang itu ingin mendapatkan posisi/jabatan
yang lebih baik untuk masa depan karirnya, karena dari itu manusia harus dapat
mengembangkan dirinya untuk mendapatkan masa depan karir yang bagus untuk
dirinya.
Bab III
Kesimpulan
3.1 Kesimpulan.
Dari penulisan
yang saya kerjakan bisa kita tarik kesimpulan bahwa kinerja dari suatu karyawan
itu bisa di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dari kepemimpinan, motivasi,
konflik, komunikasi, dan pengembangan diri. Bila dari atasan/pemimpin dapat
memperlakukan karyawannya dengan baik tidak dengan mengikuti egois atau
keuntungan untuk dirinya sendiri begitu juga dengan komunikasi yang berjalan
dengan baik antara atasan dengan karyawan saya yakin kinerja dari para karyawan
akan membaik dalam pekerjaannya karena akan terjalin hubungan kerja yang bagus
antara pemimpin dengan karyawan.