Selasa, 20 November 2012

hubungan kepemimpinan (softskill)


Hubungan Kepemimpinan, Komunikasi, Motivasi, Konflik dan Pengembangan Diri Terhadap Kinerja Karyawan



gundar.jpg

NAMA: Dimas Aditya N
NPM  : 12111096
KELAS            : 2KA36






Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
2012

Bab I
Teori.

1.1  Kepemimpinan.

Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

1.2  Komunikasi.

(CRAGAN & SHIELDS, 1998)
Teori komunikasi merupakan hubungan di antara konsep teoretikal yang membantu memberi secara keseluruhan ataupun sebahagiannya, keterangan, penjelasan, penerangan, penilaian ataupun ramalan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang) berkomunikasi (bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton, dan sebagainya) untuk jangka masa tertentu melalui media.

1.3  Motivasi.

Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan / tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan. (Drs. Moh. Uzer Usman : 2000).




1.4  Konflik.

Teori konflik berasal dari Karl Marx dengan konsep economic made of production, yang menghasilkan kelas yang mengeksploitasi dan kelas yang tereskploitasi.
Dalam teori konflik masalah “dominasi “ dan “sub ordinasi” menjadi pokok bahasan penting, karena berasumsi bahwa aturan, norma dan nilai yang harus dianut oleh masyarakat sesungguhnya merupakan nilai, norma atau aturan dari kelompok dominan yang memaksakannya kepada kelompok sub ordinat. Dengan pemaksaan nilai dan aturan tersebut, kelompok dominan mempertahankan struktur social yang menguntungkan kelompoknya.

1.5  Pengembangan Karier.

Menurut Driver dan Brousseau, model Linier terlihat nyata pada mereka yang terlihat menonjol dari sisi tingkatan dalam sebuah organisasi. Keinginan orang-orang tersebut adalah untuk meningkatkan power dan status mereka hingga menjadi lebih sukses daripada yang tidak melakukan hal yang sama. Model Linier ini merupakan model yang terlihat dominan dalam media dan kebanyakan organisasi.







Bab II
ISI.

2.1  Kepemimpinan.

Kepemimpinan yang baik adalah bagaimana suata pemimpin memiliki tanggung jawab, kualitas, dan kemampuan pada dirinya agar dapat memperlakukan karyawanya dengan baik, tidak dengan pemaksaan dan pendesakan pada karyawannya untuk mendapatkan keinginannya sendiri karena akan menimbulkan hal yang buruk pada karyawannya. Maka dari itu pemimpin harus mampu membantu sang karyawan agar dapat bekerja dengan baik, dengan perilaku seperti pemimpin dapat dipecaya dan disenangi oleh karyawannya.

2.2  Komunikasi.

Komunikasi adalah proses dimana suatu komunikator (orang) dapat melakukan perbincangan atau pembicaraan kepada komunikator lain dengan cara tidak langsung (pesan) ataupun dengan cara langsung (lisan). Dengan komunikasi kita dapat melakuan pembicaraan mengenai pekerjaan, informasi, pendapat, ataupun kritikan yang ingin kita bicarakan kepada komunikator lain.

2.3  Motivasi.

Motivasi adalah suatu proses yang menjelaskan intesitas dan ketekunan seseorang untuk mencapai tujuannya. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Motivasi juga dapat dilakukan untuk membantu orang agar dya bisa percayapada kemampuannya untuk mencapai tujuan yang dya inginkan.


2.4  Konflik.

Konflik adalah suatu proses terjadinya suatu perselisihan fisik maupun lisan yang terjadi antara dua orang ataupun lebih ( bisa terjadi antar kelompok) dimana suatu orang atau kelompok ingin menjatuhkan kelompok lain yang tidak sesuai dengan dirinya. Konflik dapat terjadi karena perbedaan pendapat, keyakinan, adat istiadat, pengetahuan, maupun ras.

2.5  Pengembangan Karir.

Pengembangan karir adalah proses dimana seseorang bekerja di posisi/jabatan dalam sebuah lingkungan pekerjannya, kemudian orang itu ingin mendapatkan posisi/jabatan yang lebih baik untuk masa depan karirnya, karena dari itu manusia harus dapat mengembangkan dirinya untuk mendapatkan masa depan karir yang bagus untuk dirinya.










Bab III
Kesimpulan


3.1 Kesimpulan.

Dari penulisan yang saya kerjakan bisa kita tarik kesimpulan bahwa kinerja dari suatu karyawan itu bisa di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dari kepemimpinan, motivasi, konflik, komunikasi, dan pengembangan diri. Bila dari atasan/pemimpin dapat memperlakukan karyawannya dengan baik tidak dengan mengikuti egois atau keuntungan untuk dirinya sendiri begitu juga dengan komunikasi yang berjalan dengan baik antara atasan dengan karyawan saya yakin kinerja dari para karyawan akan membaik dalam pekerjaannya karena akan terjalin hubungan kerja yang bagus antara pemimpin dengan karyawan.